Tuhan, malam ini membuat kesalahan terbesar dalam hidupku lagi. aku menangis lagi. kenapa??? entahlah Tuhan, aku juga tak mengerti. aku membuat mataku sayu, layu, dan tak bersemangat-seperti diriku.
aku sudah berjanji padaMu, jika aku tidak akan menangis lagi. dan maaf Tuhan, nyatanya aku tidak bisa. malam ini aku melanggar janji kita berdua. aku menangis, dimalam ini seperti dulu lagi.
Tuhan, sekarang aku benar-benar tahu bagaimana keadaan mama. bagaimana tertekannya. bagaimana keadaan ini membuatnya menangis. apa yang harus aku lakukan Tuhan???
Tuhan, entah mengapa aku mulai bertanya dalam hati. apakah doa-doaku selama ini untuknya akan terkabul?? apakah doa-doaku untuknya Engkau dengar?? apakah doa-doaku hanya menggantung dilangit???
Tuhan, selama ini mama sudah banyak berkornan untuk kami. mama yang sudah membuat aku mengenalMu, mencintaiMu dan memilihMu. mama yang dengan rela membangunkan aku solad subuh, untuk menyapaMu setiap pagi. mama yang selalu mengingatkan aku solad. mama yang dari dulu peduli akan kita. sekarang adakah surga untuknya???
Tuhan, bahkan aku tidak tega ketika melihatnya menangis disampingku. setiap malam kudengarkan doa-doanya. dan tak satupun kudengar doanya untuk dirinya sendiri. Tuhan apakah doanya itu Engkau dengar???
"mama loh gapa dek, gaperna dapet dukungan dari siapapun. kamu gak mengakui mama juga gapapa. tapi satuhal yah nak, mama tetap memilih jalan mama."
siapa yang harus disalahkan??? siapa yang harus mengala???
Tuhan, kenapa kau ciptakan perbedaan??? kenapa kau ciptakan kebencian??? kenapa kau tidak ciptakan satu kata untuk semuanya saja tanpa ada pertentangan???
Tuhan, aku tidak pernah menyesali dilahirkan ditengah keluarga ini. aku tidak pernah marah kepada siapapun atas perbedaan ini. aku bahkan tidak pernah merasa keberatan. aku belajar banyak hal!
tapi Tuhan, jika perbedaan ini membuat mama merasa sedih, segeralah akhiri.
Tuhan, kenapa dulu engkau pertemukan mama sama ayah?? kenapa Tuhan??? dan kenapa sikap ayah jadi berubah???
Tuhan, menurutmu benarkah sikap ayah??? apakah memang tidak boleh mama beribadah???
mana hak hak mama, Tuhan? mana kebahagiaan untuknya???
"wes dek kalau gini mama tak beli rumah dewe ae. tak tempati dewe. ben mama bisa ngadain kebaktian"
Tuhan, bahkan selama 10 tahun ini mama mengalah demi kami, anak-anaknya. mama rela mengalah demi ayah. KERAS KEPALA!
kenapa harus melarang-melarang, yah? ayah pernah peduli sama kita? ayah pernah menjadi imam?? ayah pernah sembahyang??? ayah pernah mengajariku solad??? ayah pernah mengingatkan aku solad??? bahkan apakah ayah pernah menuntunku mengucapkan kalimat sahad????
bahkan itu semua yang menjadi mimpiku selama ini :(
Tuhan, bisakah suatu saat nanti Engkau pertemukan aku dengan mama disurga??? bisakah Engkau tempatkan mama ditempatMu paling istimewa???? Engkau pasti mengetahui bagaimana pengorbanannya.
Tuhan, apakah yang mereka katakan selama ini benar??? apakah jalan mama salah??? apakah aku juga harus menentangnya???
maaf Tuhan aku tidak bisa, maafkan aku.
kalau bisa bahkan aku ingin memeluknya terus, menciumnya sampai ujung hidupnya, mengantarnya kedalam tanah suciMu, melantunkan doa-doa untuknya.
Tuhan, apakah aku salah??? aku tidak tahu mana yang benar mana yang salah. mana agama yang benar??? tapi aku tahu, mama tidak akan pernah salah memilih jalannya. aku merasa Tuhan kita sama, yaitu Engkau. mungkin hanya jalan kita yang berbeda, tapi tujuan kita sama. benarkah itu Tuhan???
Tuhan tolong jawab??? beri aku sebuah kepastian :(
tidak ada yang pernah tahu bagaimana perasaanku bahkan membantuku. mereka lebih-lebih sudah membela ayah, menolak mama. tidak ada yang benar-benar berarti.
Tuhan, maaf malam ini aku benar-benar menangis sejadi-jadinya. maaf Tuhan aku melanggar janji kita. aku benar-benar tak kuasa melihat mama menangis.
Tuhan, aku berharap tahun ini adalah berkah untuk keluargaku. ijinkan untuk sekali saja mama menggelar kebaktian diruma atas seijin ayah juga. kumohon.
Tuhan, aku bahkan rindu momen-momen kehangatan natal. momen disaat ayah ikut senang atas suasana ini. bukan mengeluh Tuhan.
aku ingin melihat, ayah mendukung keputusan mama. aku ingin melihatnya Tuhan. bolehkah???
aku ingin kita hidup rukun. aku pingin sembuh, Tuhan. aku tidak ingin memikirkan ini terus. aku ingin semuanya berakhir. boleh Tuhan???
tidak ada hal yang bisa aku perbuat Tuhan. sekarang apapun yang Engkau kejendaki, kabulkanlah. aku percaya semua keputusanMu. aku percaya ini yang terbaik untuk kami.
aku berharap doaku tak hanya menggantung dilangit. aku berharap Engkau berkenan mengabulkan doaku, atau doa mamaku.
tolong beri kekuatan untuk mama, Tuhan.
"mama, entah kapan tapi aku percaya mama bisa menjalani ini semua. aku percaya apapun yang menjadi hal mama terkabulkan. aku tidak akan memerangi mama, aku mendukung mama . biar apa kata mereka aku tak peduli. biarkan Tuhan yang menilai.
mama, aku bersedia menjadi pendengar setia mama. aku bersedia mengusap air mata mama . aku pasti menjaga mama. aku sayang mama. biarpun hatiku sesak menahan tangis, aku pasti tidak akan menangis didepan mama .
percayalah ma, kami semua sayang mama. membutuhkan mama. dan kami mengingikna mama bahagia. semua doa untuk mama sudah kukirimkan, tunggulah apakah doa-doaku benar terkabul untumu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar