Senin, 16 Mei 2011

adakah surga untuk mamaku???

Tuhan, malam ini membuat kesalahan terbesar dalam hidupku lagi. aku menangis lagi. kenapa??? entahlah Tuhan, aku juga tak mengerti. aku membuat mataku sayu, layu, dan tak bersemangat-seperti diriku.
aku sudah berjanji padaMu, jika aku tidak akan menangis lagi. dan maaf Tuhan, nyatanya aku tidak bisa. malam ini aku melanggar janji kita berdua. aku menangis, dimalam ini seperti dulu lagi.

Tuhan, sekarang aku benar-benar tahu bagaimana keadaan mama. bagaimana tertekannya. bagaimana keadaan ini membuatnya menangis. apa yang harus aku lakukan Tuhan???

Tuhan, entah mengapa aku mulai bertanya dalam hati. apakah doa-doaku selama ini untuknya akan terkabul?? apakah doa-doaku untuknya Engkau dengar?? apakah doa-doaku hanya menggantung dilangit???

Tuhan, selama ini mama sudah banyak berkornan untuk kami. mama yang sudah membuat aku mengenalMu, mencintaiMu dan memilihMu. mama yang dengan rela membangunkan aku solad subuh, untuk menyapaMu setiap pagi. mama yang selalu mengingatkan aku solad. mama yang dari dulu peduli akan kita. sekarang adakah surga untuknya???

Minggu, 08 Mei 2011

Bidadari Kecil

Langit sudah semakin gelap, lampu-lampu taman perlahan-lahan menyala. Jalanan semakin dipenuhi kendaraan, entah itu mobil-mobil mahal, angkutan umum, mini bus, sepeda motor, atau bahkan pejalan kaki. Mereka menampang wajah lelah, saling menyalip-nyalip ingin lekas sampai rumah.

Aku masih termenung menatap awan khas senja yang gelap namun indah, merasakan desiran lembut angin malam yang menerpa tubuhku. Entah sudah berapa lama aku duduk disini ditemani tegukan teh hangat dan tumpukan majalah-majalah tua. Pegawai-pegawai rumah sakit sesekali ramah menyapaku, menawarkan minuman lain atau sekedar mengajakku sholat magrib. Tapi akhirnya formasi-formasi burung yang unik di angkasalah yang lebih menarik perhatianku.

Harusnya hari ini aku tidak disini. Puluhan balon dan kue-kue sudah menunggu diruma. Badut pesta sudah dipesan. Tumpukan kado sudah tinggi. Para undangan sudah datang. Harusnya aku melihat bidadari kecil itu tersenyum senang. Menyanyikan lagu  kanak-kanak bersama teman-teman seumurannya. Melihatnya meniup lilin ulang tahun ke2nya. Menari-nari mengembangkan gaunnya. Bukan melihat bidadari kecil itu bertaruh nyawa diruang perawatan dengan para dokter ahli.

Sudah seminggu ini bidadari penyemangat hidupku tergolek tak berdaya. Nafasnya berat naik turun. Matanya terus terpejam seakan enggan melihat dunia, seakan enggan menyapa dunia. Peralatan medis menempel diseluruh tubuhnya yang semakin kecil. Tapi senyumnya masih mengembang.

Kamis, 05 Mei 2011

aku hanya belum terbiasa

maaf, maaf sekali lagi aku minta maaf buat kesalahanku . maaf ,maaf jika aku terus buat kamu kecewa . maaf, maaf jika aku selalu membuatmu bingung . maaf, maaf jika aku selalu membuatmu bertanya-tanya . maaf, maaf jika aku selalu membuatmu ragu . dan maaf, maaf jika hanya ini yang bisa aku ucapkan .
aku bukan ingin membuat keadaan ini menjadi semakin rumit . aku bukan ingin mempertsulit . tapi aku hanya ingin membiasakan diriku dengan keadaan ini, aku ingin buat kamu mengerti apa yang aku alami, hanya saja aku tak mengerti caranya . 
aku ingin kamu tahu aku tidak pernah main main dengan perasaanku . aku sudah mengenalmu . aku sudah merasa kamu milikku . aku merasa aku sayang kamu dan kamu tahu besarnya lebih dari yang kamu tahu .
mengapa aku begini??? mengapa aku membuat kamu ragu????
sebenarnya bukan begini . aku hanya belum beradaptasi, aku belum terbiasa . aku bukan orang yang bisa dengan gampang mengucapkan apa yang aku rasain, aku tidak bisa dengan mudah bersikap terbuka .
kamu harus tahu aku tersiksa dengan keadaan ini, aku ingin kamu mengerti . aku ingin diriku juga bisa mengerti . aku sudah terlalu banyak membuatmu mengerti aku . aku sudah terlanjur malu dengan diriku yang gak ada apa-apanya dibanding kamu .
terkadang rasa ragu itu ada dalam benakku, sama sepertimu . tapi makin lama makin kurasakan sepertinya ini bukan keraguanku tapi rasa ketidak percayaanku . taulah bahwa aku bahagia mengenalmu, aku bahagia bisa sayang kamu, apalagi kamu juga menyayangiku .
sekali lagi aku minta maaf sudah membuatmu lelah dengan sikapku, maaf aku selalu membuat semuanya menjadi berantakan, aku hanya tidak mengerti harus bagaimana .
aku khawatir sama kamu . setiap yang kamu alami . setiap kamu merasa sakit tapi memendamnya . dan bukannya aku tidak peduli, bahkan aku ingin ada saat kamu butuhin aku . tapi ....