Dista gak pernah berfikir hidupnya akan dihabiskan selama berbulan bulan difakultas kedokteran UI . dia juga gak pernah berfikir kelak menjadi dokter . mengurus pasien pasien dirumah sakit sedangkan dia sendiri sering lupa mengurus dirinya .
Sejak 12 tahun yang lalu kehidupannya berubah, berubah menjadi tertekan menurutnya . apapun keputusan dan cita citanya pasti tak mungkin terwujud . dan dirinyapun seakan tak dianggap lagi .
Dista punya sodara kembar, namanya Disnia . sejak kecil mereka hidup terpisah . entah mungkin karena takdir, mereka sejak lahir tak pernah dipertemukan . keadaan keduanya yang saat itu lahir prematuer membuat salah satu diantaranya mengalami kelainan dan sayangnya yang menimpa itu Disnia . gadis cantik yang menurut Dista memiliki aura positif bagi yang melihat dan intelektualitas, harus menderita sirosis hati . keadaan itu memburuk dimana papa mendapat tugas ke Kalimantan . jujur saat itu keluarga mereka dilema . pasangan yang menikah 25 tahun yang lalu itu harus memutuskan siapa yang menjadi prioritas . dan nasib menentukan keduanya dipisahkan .
Mama dan papa menganggap tak menjadi masalah bila Dista tinggal bersama nenek di Bandung sementara dan Disnia ikut mereka ke Kalimantan dengan alasan kesehatan Disnia lebih penting . sebenernya perpisahan mereka itu memang tak dianggap masalah bagi Dista . bahkan bila boleh memilih dia ingin tetap tinggal di Bandung bersama neneknya dari pada hidup yang sudah dia rencanakan hancur karena rencana orangtuanya .