apa jadinya ketika kita tak lagi dipercaya?? apa jadinya ketika orang lain tak memandang kita??? apa jadinya ketika butiran kata yang kita ucapkan tak didengar???
buatku tak ada hal yang lebih penting dari pada orang percaya aku, dari pada orang meyakiniku dan daripada orang mendengar kata-kataku .
tak ada cara yang lebih mudah membuat orang mempercayai kita apalagi mengembalikan kepercayaan yang hilang . hal yang selalu membuatku kawatir ketika berkata, ketika bersaksi, ketika bercerita adalah bagaimana orang bisa percaya kata kataku dan Tuhan yang bisa bersaksi atas kebenarannya .
tapi ketika kita dihadapkan diantara dua pilihan, antara kepercayaan dan kebaikan, apa yang dipilih???
emmm begini misalnya ketika temanmu menawarkan pilihan pada dirimu dan kamu membutuhkan itu . tapi keadaannya saat itu benar benar tak mendukung untuk kamu menerima hal itu . contohnya ketika hujan kamu membutuhkan tumpangan untuk pulang lantas ada temanmu yang benar-benar peduli dan berkenan mengantarkanmu . keadaannya saat itu temanmu sangat tidak baik . emmm kurang baik untuk dia mengantarkan kamu . lalu kemudian kamu berdalih padanya, mengatakan kamu benar benar tak menginginkan tumpangan itu . maka hilanglah sudah kesempatan temanmu berbuat baik sama kamu . menurutmu apakah hal itu baik??? apakah kita harus benar benar berbohong untuk menolak ajakan teman??? apakah kita tidak perlu berterus terang??? dan sepertinya hal ini berlangsung cukup sering dalam kehidupanmu dengan temannmu . hanya tawaran dan penolakan . apakah menurutmu ini bagus???
dan ketika temanmu benar benar tak lagi mempercayaimu sebagai temannya . apa yang kamu lakukan??? hanya menangis dan mengeluh???
ketika temanmu benar benar gusar melihat tingkahmu yang selalu ingin menolong orang tapi kamu tak ingin ditolong . gusar ketika melihat keadaanmu yang tak baik kamu paksakan untuk menolong orang padahal kamu sendiri melarang orang menolong dirimu ketika keadaannya tidak baik . ini adil???
ketika temannmu yang peduli sama kamu, peduli keadaanmu berusaha menolongmu tapi tak ada hak untuk melarangmu dan kamu malah menipunya . haruskah dia mempercayaimu??? haruskah kamu dipercayai?? dia sudah begitu baik tapi kamu selalu membohonginya dengan alasan kebaikannya . haah mana yang lebih penting??? kepercayaan atau kebaikan???
dan bagaimana hatimu tidak hancur ketika temanmu yang seharusnya tak mempercayaimu lagi, tapi kenyataannya dia malah tidak bisa buat tidak mempercayai kamu . ini dosa besar namanya . membuat temanmu diperbudak dengan kata bohongmu . tapi memang tidak ada yang bisa dipilih antara kebaikan dan kepercayaan .
ini memang untuk kebaikan makanya kamu membohonginya tapi haruskah berbohong??? jelaskan padaku perbedaan sikap sikap itu . terangkan!!!!!
"maaf ketika aku menolak kebaikanmu, maaf aku sudah membohongimu . aku lebih memilih kebaikan dari pada kepercayaan . terimakasih atas kepercayaanmu tapi aku mohon jangan terlalu percaya padaku itu membuat aku terus merasa bersalah . terimakasih buat sayangmu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar